Bogor Jawa Barat

Institute Pertanian Bogor.

Universitas Negeri Yogyakarta

Fakultas Tekhnik.

SMECDA

Kementrian Koperasi dan UKM Jakarta.

BPU UPI

Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.

Sabtu, 07 Juli 2012

Angin



di bawah langit cerah
daun-daun menggigil
atap-atap bangunan kesepian
kaki-kaki
angin
berlari

pada kaca jendela
bus kota melintas perlahan
napas gadis belia kesepian
menuliskan
angin
kata-kata

di sini, izinkanlah
tanganku jadi tanganmu
lebih dekat dari mata
lebih dekat dari dada
menghangatkan
barisan angin
kenangan 
jadi senyuman

Berjalan


Kadang-kadang kita merasa ‘tersesat’, barangkali tersebab kita terlanjur mengambil keputusan yang salah di belakang. Maka suara-suara itu ada:

Seharusnya saya tidak di sini.”

Seharusnya saya tidak begini.”

Andai saya di di sana dan dia di sini.

Semestinya saya tidak mengambil keputusan ini.

Dan seterusnya.

Kita selalu diberi kesempatan untuk menoleh ke belakang, memeriksa apa saja yang pernah kita lakukan dan putuskan: tetapi bukan untuk kembali. Waktu tak bisa diulang dan hidup tak bisa ditegakkan dengan kata ‘seharusnya’ atau ‘semestinya’, kan? Apa yang ‘seharusnya’ hanyalah bayang-bayang yang nisbi, sementara apa yang ada di hadapan kita dan sedang kita jalani adalah kenyataan yang pasti. Maka hiduplah dalam kenyataan: apa yang telah terjadi barangkali memang harus terjadi dan tak pernah ada manusia yang sanggup lolos dari hisapan lubang hitam kesalahan. 

Teruslah berjalan: Sebab satu-satunya cara untuk berusaha menjadi manusia yang lebih baik adalah dengan tidak berhenti mencobanya. 

Aku sudah melakukan kesalahan. Apa yang harus aku lakukan untuk menebusnya?” Demikianlah pengakuan seorang lelaki pada Sang Guru Sufi.

Apakah kau merasa bodoh?” Tanya Guru Sufi.

Tidak, Guru. Tapi aku menyesal.

Lakukanlah kesalahan itu lagi.

Si lelaki tersintak, bagaimana mungkin ia melakukan lagi kesalahan yang sudah sangat disesalinya? “Aku tidak mungkin melakukan kesalahan yang sama, Guru. Hanya orang bodoh yang melakukannya.”

Apakah kau merasa bodoh?

Tidak, Guru. Tapi aku menyesali apa yang sudah aku lakukan.

Lakukan lagi kesalahan itu.” Kata Guru Sufi.

Kenapa aku harus melakukannya lagi?

Kau harus mengerti bahwa kau bodoh telah melakukan sesatu yang pada akhirnya akan kau sesali.

Si lelaki terdiam. “Tetapi aku sudah terlanjur melakukannya, Guru. Aku tak mau melakukannya lagi.

Belajarlah. Jika kau belum mengerti, kau akan melakukan kesalahan lagi. Tetapi itu wajar. Sebab tak ada satupun manusia yang bisa berjalan tanpa terlebih dahulu terjatuh, bukan? Tetapi, teruslah berjalan. Kapanpun kau merasa pintar, kau akan terjatuh—melakukan kesalahan. Maka teruslah merasa bodoh, sebab kau harus terus belajar.

Si lelaki terdiam.

Jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang, Guru?

Apakah kau merasa bodoh?

Ya, Guru.” Lelaki itu tertunduk lesu. 

Guru Sufi tersenyum, “Berbahagialah, sebab Tuhan akan mengampuni kesalahan orang bodoh.

Si lelaki tersenyum bahagia. “Apa yang harus aku lakukan untuk berterima kasih pada Tuhan, Guru?

Berjalan.”


Kamis, 05 Juli 2012

Dasar Membangun Segmentasion

Dalam membangun sebuah bisnis/usaha sudah menjadi pemahaman umum bahwa faktor pemasaran salah satu faktor kunci keberhasilan. Dan saya termasuk orang yang meyakini paham tersebut. Kesuksesan dalam pemasaran juga tidak datang dengan sendirinya, tetapi perlu suatu upaya yang gigih dan perlu dilakukan pengembangan agar mendapatkan hasil yang maksimal.
Pengembangan pemasaran itu sendiri didukung oleh beberapa faktor, diantaranya penentuan harga jual yang telah kita bahas dalam artikel sebelumnya. Selain harga jual untuk memastikan keberhasilan suatu pemasaran salah satu faktor yang tidak boleh diabaikan adalah segmentasi pasar.
Menentukan segmentasi pasar adalah langkah yang harus dilakukan sebelum Anda menjual suatu produk dijual ke pasar. Hal tersebut terkait dengan penentuan sasaran yang dinilai prospektif dalam strategi pemasaran.
a. Swastha & Handoko (1997)
mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.
b. Pride & Ferrel (1995)
mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli dan sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.
c. Swastha & Handoko (1987)
yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.
d. Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254)
pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307).
Penentuan segmentasi pasar dilakukan dengan cara memecah beberapa konsumen yang prospek menjadi bagian kecil. Secara umum, ada beberapa panduan yang digunakan dalam menentukan segmentasi pasar yaitu terdiri atas :
a.    Berdasarkan Karakter Psikografi
Antara masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan memiliki gaya hidup yang berbeda. Masalah gaya hidup masyarakat di suatu daerah juga merupakan salah satu faktor penentuan segmentasi pasar berdasarkan gaya hidup. Pada dasarnya suatu komunitas masyarakat memiliki suatu karakter khusus yang tidak dimiliki oleh komunitas lain. Keberadaan karakter tersebut akan dipelihara terus oleh masyarakat. Realitas seperti itu dapat dijadikan sebagai peluang bisnis karena segala penampilan dan gaya hidup merupakan suatu hal yang terkait dengan komoditas. Misalnya, kita berada pada komunitas bikers yagn sedang booming akhir-akhir ini. Komoditas yang terkait dengan kegiatan tersebut merupakan peluang. Komoditas tersebut dapat berupa accesoris sepede, komponen dan lain sebagainya.
b.    Berdasarkan Karakter Demografi
Salah satu faktor penentuan segmentasi yang memiliki prospek terbaik adalah segmentasi berdasarkan umur konsumen. Penentuan pasar akan dipengaruhi kebiasaan pada umur-umur tertentu dalam mengonsumsi suatu produk. Dengan gambaran tersebut maka konsumen akan terpisah menjadi bagian-bagian yang kecil. Di mana setiap bagian kecil tersebut memiliki peluang kesuksesan yang sama. Namun, Anda harus menentukan konsumen dengan kisaran umur yang menjadi sasaran pemasaran. Dengan begitu karakter demografi menentukan pasar dengan mengacu produk dan umur.
c.    Berdasarkan Karakter Geografi
Penentuan segmentasi pasar berdasarkan kekhasan suatu daerah yaitu produk yang disukai oleh suatu masyarakat terkait keberadaannya di suatu daerah merupakan peluang bagus bagi pebisnis. Salah satunya, terkait perdagangan produk furnitur. Jika Anda mendapatkan pesanan dari suatu daerah maka Anda harus menyesuaikan konsep pesanan tersebut dengan kekhasan daerah tersebut.
d.    Berdasarkan Karakter Variabel Penggunaan Produk
Penentuan berdasarkan karakter variabel penggunaan produk, pada prinsipnya penentuan segmentasi pasar kali ini dikaitkan dengan gejala yang ada di masyarakat. Saat ini kebutuhan akan produk Teknologi dan komunikasi merupakan kebutuhan penting bagi sebagian besar masyarakat, terutama dikota-kota besar. Selain itu, alat komunikasi tersebut dinilai memiliki arti penting. Namun, dibalik realitas seperti itu terdapat suatu tren. Tren tersebut terkait dengan penggunaan salah satu merek/produk tertentu.
Segmen hubungan menggunakan cara ekstrim
Sebuah cara ekstrim yang popular dan bentuk efektif segmentasi untuk kategori penggunaan merek, seperti :
  1. Tingkat penggunaan : perbedaan segmentasi antara pengguna berat, pengguna sedang, pengguna ringan dan bukan pengguna untuk sebuah produk, jasa atau merek khusus
  2. Tingkat kesadaran : kesadaran konsumen pada produk, tingkat ketertarikan pada produk, kesiapan membeli produk atau apakah konsumen butuh informasi tentang produk menyangkut semua aspek kesadaran
  3. Loyalitas merek : kadang-kadang digunakan sebagai dasar untuk segmentasi. Pemasar kadang mencoba untuk mengidentifikasikan karakteristik konsumen yang loyal merek tentu mereka bisa langsung menjadi pendukung promosi mereka ke orang dengan karakteristik yang sama dalam populasi yang lebih besar.
Segmen benefit
Bentuk segmentasi yang kuat adalah dengan mengklasifikasikan pembeli sesuai dengan manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Eksekutif pemasaran dan periklanan secara konstan mencoba mengidentifikasikan sebuah keuntungan paling penting dari produk atau jasa yang akan menjadi sangat berarti bagi consumer. Sebuah studi yang meguji apakah yang mengendalikan preferensi konsumen terhadap micro atau craftbeer, terindenfikasi limakenutungan strategic brand yaitu :
  1. Fungsional (contoh kualitas)
  2. Nilai uang
  3. Manfaat sosial
  4. Manfaat emosi positif
  5. Manfaat emosi negative
Segmentasi benefit bisa juga digunakan untuk bermacam-macam posisi merek dalam kategori produk yang sama.
Segmentasi dan kepuasan
Menurut Philip Kotler (1997:36) Kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja ( hasil) suatu produk dengan harapannya.
Macam-macam atau Jenis kepuasan konsumen
Kepuasan konsumen terbagi menjadi 2 :

a. Kepuasan Fungsional, merupakan kepuasan yang diperoleh dari fungsi atau pemakaian suatu produk. Misal : karena makan membuat perut kita menjadi kenyang.
b. Kepuasan Psikologikal, merupakan kepuasan yang diperoleh dari atribut yang bersifat tidak berwujud. Misal : Perasaan bangga karena mendapat pelayanan
yang sangat istimewa dari sebuah rumah makan yang mewah .

Pengelompokan inilah yang sering kita dengar sebagai segmentasi pelanggan. Segmentasi ini mutlak dilakukan secara bervariasi. Dapat di bagi beberapa segmen berdasarkan :
- letak geografis
- volume pembelian demografis
- produk yang dibeli
- sesuai kebutuhan Anda
Umumnya, tiap segmen adalah unik dan juga memberi kontribusi yang berbeda terhadap organisasi.

Segmentasi dan profitabilitas
Profitabilitas adalah kemampuan perseroan untuk menghasilkan suatu keuntungan dan menyokong pertumbuhan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Profitabilitas perseroan biasanya dilihat dari laporan laba rugi perseroan (income statement) yang menunjukkan laporan hasil kinerja perseroan.
a. Tingkatkan Efisiensi Proses Produksi
Proses produksi yang efisien akan menghasilkan penghematan. Semakin berhemat, semakin rendah pula biaya produksi. Dengan semakin rendahnya biaya produksi, maka margin keuntungan juga samakin tinggi. Terapkan prinsip-prinsip “Total Quality Management” sistem produksi Anda untuk memangkas biaya-biaya yang tidak perlu.

b. Fokus Pada “Core Business” Terpenting Anda
Apakah Anda sudah mengetahui apa sebenarnya Core Business di mana Anda harus menfokuskan waktu, energi dan pikiran? Jika Anda melenceng pada hal-hal yang tidak penting, maka yang sedah Anda lakukan adalah pemborosan sumberdaya yang sangat berharga, yaitu waktu Anda.

c. Berdayakan Orang-orang Yang Berdedikasi Melalui Kepemimpinan
Manusia adalah sumberdaya terpenting dalam organisasi Anda. Semakin tinggi tingkat penghargaan Anda pada aspek manusia, semaking tinggi pula tingkat kemampuan untuk menciptakan keberhasilan organisasi. Dengan menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan organisasi yang efektif, Anda akan mampu membawa organisasi Anda ke level yang lebih tinggi dan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi pula.

Contoh Kasus Segmentasi:
SEGA, sebuah perusahaan komputer mainan memiliki visi untuk menjaga kesetiaan segmen pasarnya dengan selalu mengunggulkan teknologi terbarunya. SEGA memperluas jangkauan pasarnya dengan meningkatkan citra produknya dan membidik segmen generasi dewasa serta menawarkan permainan-permainan terbarunya pada semua tingkat segmen. Segmen pasar SEGA adalah umur 10 – 18. Ketika produk SEGA mencapai tahap kedewasaan dan menghadapi tantangan dari pesaingnya, keunggulan teknologi dan variasi permainan ditingkatkan untuk mempertahankan kesetiaan pelanggannya.
Contoh lainnya seperti Ford Company yang memproduksi mobil mustang dan ditujukan pada orang-orang muda yang menginginkan mobil sport yang tidak mahal. Tetapi ternyata mobil mustang lebih banyak dibeli oleh orang-orang yang lebih dewasa. Pada akhirnya Ford menyadari bahwa sesungguhnya segmen mobil mustang adalah bukan orang muda secara fisik tetapi muda secara psikologi.
III. Penutup
Manfaat dan Kelemahan Segmentasi
Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).

Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.

Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:
1. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
2. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
3. Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
4. Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.

IV. Daftar Pustaka

Periklanan

Periklanan atau Promosi (Advertising) adalah suatu bentuk komunikasi yang ditujukan untuk mengajak orang yang melihat, membaca atau mendengarnya untuk melakukan sesuatu. Promosi biasanya mencakup nama prodak atau layanan dan bagaimana prodak dan layanan itu bisa bermanfaat bagi pembeli, untuk mengajak calon pembeli potensial untuk membeli atau mengkonsumsi prodak tertentu.
Karakteristik Iklan
Iklan memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
a.    Suatu bentuk komunikasi yang berbayar.
b.    Nonpersonal komunikasi.
c.    Menggunakan media massa sebagai massifikasi pesan.
d.    Menggunakan sponsor yang teridentifikasi.
e.    Bersifat mempersuasi khalayak.
f.    Bertujuan untuk meraih audiens sebanyak-banyaknya.
Tujuan dari pada perusahaan melakukan promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi dan membujuk  serta mengingatkan pelangggan tentang perusahaan dan bauran pemasarannya.
Intinya promosi memperkenalkan atau menginformasikan kepada konsumen bahwa saat ini ada produk baru yang tidak kalah dengan produk yang lama. Setelah konsumen mengetahui produk yang baru, diharapkan konsumen akan terpengaruh dan terbujuk sehingga beralih ke produk tersebut. Dan pada akhirnya, perusahaan hanya sekedar mengingatkan bahwa produk tersebut tetap bagus untuk dikonsumsi. Dalam melakukan promosi agar dapat efektif perlu adanya bauran promosi, yaitu kombinasi yang optimal bagi berbagai jenis kegiatan atau pemilihan jenis kegiatan promosi yang paling efektif dalam meningkatkan penjualan.
Ada empat jenis kegiatan promosi, antara lain :
1. Periklanan (Advertising), yaitu bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian. Periklanan menawarkan suatu produk kepada konsumen dengan cara mengemukakan alasan supaya membeli
2. Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), yaitu bentuk promosi secara personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk merangsang pembelian atau  kegiatan mempromosikan suatu produk dengan cara mendatangi ke tempat konsumen berada, oleh seorang wiraniaga/salesperson. Dengan adanya kontak langsung antara wiraniaga dan konsumen, maka terjadilah komunikasi dua arah.
Tugas seorang wiraniaga adalah sebagai berikut :
1. memberikan informasi produk kepada konsumen
2. menjelaskan manfaat produk kepada konsumen
3. menjawab pertanyaan/argumentasi dari konsumen
4. mengarahkan konsumen agar terjadi transaksi
5. memberikan pelayanan purna jual

Sifat-sifat penjualan tatap muka adalah sebagai berikut :
1. personal atau adanya kontak langsung dengan konsumen
2. tanggapan langsung atas pertanyaan/reaksi konsumen
3. mempererat hubungan dengan konsumen, apabila sikapnya memuaskan
4. biaya operasionalnya cukup tinggi


3. Publisitas (Publisity), yaitu suatu bentuk promosi non personal mengenai, pelayanan atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/berita tentangnya (pada umumnya bersifat ilmiah) atau
merupakan usaha untuk merangsang permintaan dari suatu produk secara non personal yang bersifat komersial. Tentang produk tersebut di media cetak dan media elektronik, maupun hasil wawancara yang ditampilkan dalam media tersebut. Cara ini sangat baik untuk memperkenalkan perusahaan atau produk yang dihasilkan, karena publisitas dapat mencapai pembeli yang potensial yang tidak dapat dicapai dengan advertensi dan personal selling.
4. Promosi Penjualan (Sales promotion), yaitu suatu bentuk promosi diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian. Promosi penjualan menawarkan suatu produk dengan cara memberikan perangsang supaya membeli. Perangsang ini bisa berupa uang, barang atau pelayanan tambahan lainya yang biasanya tak disertakan bersama produk tersebut.
Umumnya promosi penjualan bisa digunakan untuk melaksanakan lima tugas pokok.
a.       Meluncurkan produk baru
Teknik promosi penjualan dengan pemberian insentif jangka pendeknya dapat digunakan untuk membantu peluncuran produk baru atau formula baru dari produk yang telah ada. Guna memberikan efek jangka panjang, produk harus memberikan manfaat yang dijanjikan kepada konsumen. Jika tidak pembelian ulang tak akan terjadi.
b.       Membangun pola belanja konsumen
Dengan cara membujuk para pemula (pembeli pertama) untuk membeli ulang. Keberhasilanya tergantung produknya. Bila produknya memberikan keuntungan yang dijanjikan, promosi penjualan dapat membantu terjadinya pembelian ulang, dan ini akan membangun pola belanja konsumen atas produk itu.
c.       Meningkatkan penjualan produk pengiring
Promosi penjualan tidak saja dapat menaikan penjualan suatu produk, tapi dapat juga mempengaruhi peningkatan penjualan produk pengiringnya. Contohnya peningkatan –peningkatan penjualn roti tawar bisa mengakibatkan juga peningkatan penjualan selai
d.      Miningkatkan pemakaian suatu produk.
Dengan memperkenalkan penggunan baru atau tambahan untuk produk yang sudah ada melalui promosi penjualan,pemakaian sering kali dapat ditingkatkan.

e.       Menetralisir kegiatan promosi pesaing
Promosi penjualan seringkali digunakan untuk mengimbangi kegiatan pesaing, khususnya mereka yang menggunakan media kampanye yang efektif. Tujuanya adalah untuk memelihara konsumen yang ada sekarang. Perusahaan market leader yang berkepentingan melindungi marek sharenya terhadap serangan dari luar sering menggunakn promosi penjualan dengan cara ini.
Beberapa perbedaan diantara iklan dan promosi dilihat dari tujuanya adalah sebagai berikut:
• Periklan berupaya untuk mengkomunikasikan pesan penjualan, sedangkan promosi penjualan mewarkan hadiah, pada periode waktu tertentu, supaya konsumen membeli barang/jasa yang ditawarkan.
• Periklan selalu dipertimbangkan untuk tujuan jangka panjang, sementara promosi penjualan didesain untuk tanggapan segera dan selalu dalam jangka periode pendek.
• Periklanan seringkali digunakan untuk membangun citra merk produk, sedangkan promosi penjualan berorentasi pada tindakan (action) Tujuannya adalah penjualan segera.
• Periklanan senantiasa menambahkan nilai presepsi pada suatu merk, akan tetapi promosi penjualan menambahkan nilai sebenarnya dalam upaya menciptakan penjualan.
• Dari segi aksinya, periklanan umumnya lebih baik digunakan dalam membangun kesadaran (awareness) akan merk, dan dalam memposition merk diantara para pesaingnya. Sementara promosi penjualan lebih kuat dalam menstimulasi pembelian produk baru, dan jauh lebih efektif dalam mengembangkan distribusi suatu produk, serta membantu membujuk konsumen untuk “menyetok “ merk tertentu.

Kelas Sosial dan Prilaku Konsumen

Kelas sosial dapat dianggap sebagai suatu rangkaian kesatuan yaitu serangkaian posisi sosial dimana setiap anggota masyarakatdapat ditempatkan, para peneliti membagi rangkaian kesatuan itu menjadi sejumlah kecil kelas sosial yang khusus atau strata. Konsep kelas sosial digunakan untuk menempatkan individu atau keluarga dalam suatu kategori sosial. Kelas sosial didefinisikan sebagai pembagian anggota masyarakat ke dalam suatu hierarki status kelas yang berbeda, sehingga para anggota setiap kelas secara relative mempunyai status yang sama dan para anggota kelas lainnya mempunyai status yang lebih tinggi atau lebih rendah.

KELAS SOSIAL DAN STATUS SOSIAL

Mengukur kelas sosial dari sudut status sosial yaitu dengan membatasi setiap kelas sosial dengan banyaknya status yang dipunyai para anggota dibandingkan dengan anggota kelas sosial lainnya. Dalam penelitian kelas sosial (terkadang disebut stratifikasi sosial), status sering dinggap sebagai penggolongan relative para anggota setiap kelas sosial dari segi faktor-faktor tertentu.

Sebagai contoh, kekayaan relative (banyaknya asset ekonomi), kekuasaan (tingkat pilihan atau pengaruh pribadi terhadap orang lain) dan martabat (tingkat pengakuan yang diperoleh dari orang lain) merupakan tiga faktor yang sering digunakan ketika menilai kelas sosial.

KELAS SOSIAL MERUPAKAN BENTUK SEGMENTASI HIERARKIS DAN ALAMIAH

Kategori kelas sosial biasanya disusun dalam hierarki, yang berkisar dari status yang rendah sampai yang tinggi. Penggolongan kelas sosial berarti bahwa orang lain sama dengan mereka (dalam kelas sosial yang sama), superior dibandingkan mereka (kelas sosial yang lebih tinggi), maupun inferior dibandingkan mereka (kelas sosial yang lebih rendah. Keanggotaaan kelas sosial dipakai konsumen sebagai suatu kerangka rujukan (kelompok rujukan) untuk pengembangan sikap dan perilaku.

KATEGORI KELAS SOSIAL
Belum ada kesepakatan diantara para sosiolog berapa banyak pembagian kelas yang diperlukan untuk dapat menggambarkan dengan cukup jelas struktur kelas di Amerika Serikat.

UKURAN KELAS SOSIAL
Pendekatan yang sistematis untuk mengukur kelas sosial tercakup dalam berbagai kategori yang luas, meliputi ukuran subyektif, ukuran reputasi, ukuran obyektif dari kelas sosial.

UKURAN SUBYEKTIF
Untuk mengukur kelas sosial dengan pendekatan ini, para individu diminta untuk menaksir kedudukan kelas sosial mereka masing-masing. Klasifikasi keanggotaan kelas sosial yang dihasilkan didasarkan pada persepsi partisipan terhadap dirinya atau citra diri partisipan. Kelas sosial dianggap sebagai fenomena “pribadi” yaitu fenomena yang menggambarkan rasa memiliki seseorang atau identifikasi dengan orang lain. Rasa keanggotaan kelompok sosial ini sering disebut kesadaran sosial.

UKURAN REPUTASI
Pendekatan reputasi untuk mengukur kelas sosial memerlukan informan mengenai masyarakat yang dipilih untuk membuat pertimbangan awal mengenai keanggotaan kelas sosial orang lain dalam masyarakat.

UKURAN OBYEKTIF
Ukuran obyektif terdiri dari berbagai variabell demografis atau sosioekonomisyang dipilih mengenai individu yang sedang dipelajari. Ukuran obyektif kelas sosial terbagi menjadi dua kategori pokok yaitu indeks variabel tunggal dan indeks variabel gabungan.

Indeks Variabel Tunggal
Indeks variabel tunggal hanya menggunakan satu variabel sosial ekonomi untuk menilai keanggotaan kelas sosial. Beberapa variabel digunakan untuk tujuan sebagai berikut:
  • Pekerjaan, merupakan ukuran sosial yang diterima secara luas dan mungkin merupakan ukuran kelas sosial terbaik yang dapat didokumentasikan karena menggambarkan status yang berhubungan dengan pekerjaan.
  • Pendidikan, tingkat pendidikan formal seseorang merupakan perkiraan lain bagi kedudukan kelas sosial yang umum diterima. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin besar kemungkinan orang tersebut memiliki penghasilan yang tinggi dan juga kedudukan yang dikagumi atau dihormati.
  • Penghasilan, yaitu perorangan atau keluarga merupakan variabel sosial ekonomi lain yang sering digunakan untuk memperkirakan kedudukan kelas sosial.
  • Variabel Lain, yang digunakan sebagai sebuah indeks kelas sosial adalah barang yang dimiliki. Skema yang paling terkenal dan merupakan alat penilai yang paling rumit untuk mengevaluasi barang yang dimiliki adalah skala status sosial chapin.
Indeks Variabel Gabungan
Indeks gabungan secara sistematis menggabungkan sejumlah faktor sosial ekonomi untuk membentuk satu ukuran kedudukan kelas sosial yang menyeluruh. Indeks ini sangat menarik untuk diteliti karena dapat menggambarkan dengan lebih baik, kompleknya kelas sosial dibandingkan indeks variabel tungggal.
Dua indeks gabungan yang paling penting adalah:
  1. Indeks karakteristik status, ukuran gabungan kelas sosial yang klasik adalah Warner’s Index of Status Characteristics (ISC). ISC merupakan ukuran tertimbang dari berbagai variabel sosial ekonomi pekerjaan, penghasilan (jumlah penghasilan), model rumah dan daerah tempat tinggal (kualitas lingkungan)
  2. Skor status sosial ekonomi, sosioekonomic Status Score (SES) menggabungkan tiga variabel pekerjaan, penghasilan keluarga dan tingkat pendidikan. SES ini dikembangkan oleh United States Bureau of The Census
PROFIL GAYA HIDUP KELAS SOSIAL
Telah ditemukan bukti bahwa di setiap kelas sosial ada faktor-faktor gaya hidup tertentu (kepercayaan, sikap, kegiatan dan perilaku bersama) yang cenderung membedakan anggota setiap kelas dari anggota kelas sosial lainnya. Profil kelas sosial disajikan sebagai sebuah potret gabungan berikut ini: kelas atas-atas, kelas atas-bawah, kelas menengah-atas, kelas menengah-bawah, kelas bawah-atas dan kelas bawah-bawah.

GERAKAN KELAS SOSIAL
  1. Gerakan naik disebabkan karena tersedianya pendidikan bebas dan berbagai peluang untuk mengembangkan dan memajukan diri
  2. Gerakan turun
PENGELOMPOKAN GEODEMOGRAFI
Pada tahun-tahun belakangan ini ukuran kelas sosial tradisional telah diperbaiki oleh hunbungan antara data geografis dan sosial ekonomi konsumen guna menciptakan pengelompokan geodemografi yang lebih kuat. Dasar pemikiran yang melandasi ini adalah “orang yang memiliki persamaan dalam suatu hal biasanya berkumpul bersama-sama.

KONSUMEN YANG KAYA
Rumah tangga yang kaya merupakan segmen target yang sangat menarik karena anggotanya memiliki penghasilan yang dapat memberikan bagian yang lebih besar dari semua penghasilan mereka yang bebas untuk dipergunakan menurut kemampuan mereka sendiri.

PENGUNGKAPAN MEDIA PADA KONSUMEN KAYA
Kebiasaan-kebiasaan media orang kaya berbeda dengan kebiasaan-kebiasaan media penduduk biasa. Sebagai contoh, orang memiliki penghasilan lebih tinggi menonton TV lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang yang berpenghasilan lebih rendah.

MEMBAGI PASAR KAYA
Karena tidak semua konsumen kaya memiliki gaya hidup yang sama, pemasar telah berusaha memisahkan berbagai segmen yang penting dalam pasar kaya ini seperti yang telah dilakukan oleh Mediamark Research, Inc (MRI) yang telah membagi segmen pasar kaya menjadi:
  1. Well-Feathered Nests, rumah tangga dengan paling sedikit satu orang yang memperoleh penghasilan tinggi dan ada anak-anak (37% dari Upper Deck)
  2. No String Attached, rumah tangga dengan paling sedikit satu orang yang memperoleh penghasilan tinggi dan tidak ada anak-anak (32% dari Upper Deck).
  3. Nanny’s in Charge, rumah tangga dengan dua orang atau lebih yang mempunyai penghasilan, tidak ada yang mempunyai penghasilan tinggi dan ada anak (11% dari Upper Deck).
  4. Two Careers, rumah tangga dengan dua orang atau lebih yang mempunyai penghasilan, tidak ada yang mempunyai penghasilan tinggi tetapi tidak ada anak (14% dari Upper Deck).
  5. The Good Life, rumah tangga dengan tingkat kemakmuran tinggi, tanpa adanya orang bekerja dan kepala rumah tangga yang tidak bekerja (6% dari Upper Deck).
Sedikitnya pesaing pasar local, orang kaya pedesaan merupakan segmen bagian pasar kaya yang belum dijangkau. Orang kaya pedesaan biasa dibagi menjadi empat kategori:
  1. Sub-urban Transplants, orang-orang yang pindah keluar kota tetapi masih pulang pergi ke tempat pekerjaan di kota dengan gaji yang tinggi.
  2. Equity-rich Sub-urban Expatriates, penduduk kota yang menjual rumah mereka untuk memperoleh keuntungan yang sangat besar, kemudian membeli rumah yang jauh lebih murah di kota kecil dan hidup jauh berbeda.
  3. City Folks with Country Homes, orang kaya yang suka liburan yang melewatkan musim dingin atau musim panas di daerah-daerah pedesaan yang indah pemandangannya, terutama di gunung dan pantai.
  4. Welthy Landowners, para petani dan penduduk asli lain yang kaya yang menjalani hidup senang dari tanahnya.
KONSUMEN YANG TIDAK KAYA
Orang yang berpenghasilan rendah atau konsumen kelas bawah (penghasilan kurang dari $30,000) mungkin merupakan orang-orang yang setia kepada merk daripada para konsumen yang lebih kayak arena mereka khawatir akan membuat kesalahan dengan beralih ke merk yang belum mereka kenal.

MUNCULNYA KELAS TECHNO
Kelas ini muncul karena adanya kemajuan tehnologi. Orang-orang yang yang tidak biasa dengan atau kurang mempunyai keterampilan computer disebut “ketinggalan teknologi”. Adanya anggapan bahwa ketidakmampuan dalam menggunakan teknologi secara memadai berdampak negative terhadap gaya dan kualitas hidup. Hal ini berdampak pada terbentuknya “struktur kelas teknologi” yang berpusat disekitar tingginya keterampilan computer yang dimiliki seseorang.

PENERAPAN KELAS SOSIAL KE PERILAKU KONSUMEN YANG DIPILIH
PAKAIAN, MODE, DAN BERBELANJA
Para anggota kelas tertentu memiliki sudut pandang yang berbeda mengenai apa yang mereka anggap sesuai dengan mode atau selera yang baik. Kelas sosial juga merupakan variabel yang penting dalam menentukan dimana seorang konsumen berbelanja.

PENCARIAN WAKTU SENGGANG
Keanggotaan kelas sosial erat hubungannya dengan kegiatan rekreasi dan waktu senggang.

SIMPANAN, PENGELUARAN, DAN KREDIT
Simpanan, pengeluaran dan pemakaian kartu kredit memiliki hubungan dengan kedudukan kelas sosial.

KELAS SOSIAL DAN KOMUNIKASI
Pengelompokan kelas sosial berbeda dari sudut kebiasaan media mereka dan bagaimana menyampaikan dan menerima komunikasi. Pengetahuan mengenai perbedaan ini penting bagi para pemasar yang membagi pasar mereka atas dasar kelas-sosial.






Referensi:
Schiffman, L.G., & Kanuk, L.L. 2007. Consumer Behaviour, 9th ed. New Jersey, Pearson Prentice Hall.

Ekonomi Indonesia, Mau ke Mana?

Di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, saya mengajar matakuliah Perekonomian Indonesia bagi mahasiswa S1. Suatu tugas yang saya nikmati. Selama di kelas ini topik yang paling menarik bagi mereka adalah: kita ini akan ke mana? Saya mengerti, mereka sebagai generasi muda tentu berminat untuk mengetahui masa depannya. Ini bukan pertanyaan yang mudah dijawab. Akan tetapi, inilah yang saya sampaikan kepada mereka.
Tujuan akhir dari kebijakan ekonomi adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Bagi masyarakat awam, kesejahteraan bukan konsep abstrak, tetapi kondisi nyata yang langsung menyangkut kehidupan mereka sehari-hari. Apabila diperas, kesejahteraan yang mereka tuntut ditentukan oleh terciptanya dua kondisi mendasar.
Pertama, mereka menginginkan agar biaya kebutuhan hidup tetap stabil, khususnya untuk kebutuhan pokok seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan. Kedua, mereka menginginkan adanya penghasilan yang bisa diandalkan untuk menghidupi keluarganya secara layak dan dengan harapan penghasilan itu meningkat dari waktu ke waktu.
Tugas negara adalah mewujudkan tuntutan dasar itu menjadi kenyataan, secepatnya. Ini bukan pekerjaan mudah, apalagi kalau energi sosial yang ada lebih condong digunakan untuk kesibukan lain yang kurang mendasar. Pemerintahan yang bijak selalu menjaga fokusnya pada pemenuhan tuntutan dasar tersebut.
Diterjemahkan dalam bahasa ekonomi teknis, yang kita inginkan adalah pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan disertai dengan stabilitas ekonomi yang mantap. Pertumbuhan ekonomi, yang berarti perluasan kegiatan ekonomi, adalah satu-satunya cara untuk meningkatkan penghasilan anggota masyarakat dan membuka lapangan kerja baru. Sementara itu stabilitas ekonomi adalah satu-satunya cara untuk melindungi agar penghasilan masyarakat yang kita upayakan meningkat, tidak digerogoti oleh kenaikan harga. Pertumbuhan ekonomi dan stabilitas ekonomi, bersama-sama, adalah kunci dari peningkatan kesejahteraan rakyat.
Akan tetapi, kedua hal itu tak otomatis menjamin terciptanya kesejahteraan seperti yang kita inginkan. Masih ada satu lagi syarat yang harus dipenuhi, yaitu peningkatan kesejahteraan itu harus adil dan merata. Pemerintahan yang adil memihak kepada kepentingan rakyat banyak. Oleh karena itu, prioritas utama stabilitas ekonomi adalah menjaga kestabilan harga kebutuhan dasar rakyat (bukan rumah mewah dan Marcedes Benz), sedangkan prioritas utama di bidang perekonomian adalah mengarahkan agar perluasan kegiatan ekonomi dapat menampung mayoritas angkatan kerja kita (yang kenyataannya masih terdiri dari tenaga yang tidak terampil).
Lebih dari itu, pemerintahan yang adil menyadari bahwa ada anggota masyarakat (jumlahnya tidak kecil) yang terbelenggu oleh kemiskinan berat dan tidak mungkin melepaskan diri tanpa uluran tangan dari luar. Di sini pemerintah harus turun tangan langsung.
Jika semua ini kita laksanakan dengan baik, maka sebagian besar dari tuntutan dasar rakyat sudah terpenuhi. Kata-kata kuncinya: stabilitas ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, lapangan kerja, dan kemiskinan.
Bagaimana melaksanakannya? Ilmu ekonomi dapat membantu kita dalam merumuskan langkah-langkah apa yang harus diperlukan. Namun, untuk mewujudkannya menjadi kenyataan diperlukan lebih dari ilmu ekonomi–suatu kombinasi penerapan ilmu (dan seni) ekonomi, administrasi, manajeman, politik, dan diplomasi serta ketekunan dan akal sehat.
Apa langkah-langkah yang diperlukan? Pertama, untuk memelihara stabilitas ekonomi yang sekarang sudah cukup mantap, dua hal pokok perlu dilakukan: (a) kebijakan fiskal-moneter yang berhati-hati diteruskan, dan (b) penyehatan sektor keuangan dituntaskan. Jangkar stabilitas ekonomi ini harus terus-menerus dijaga. Kelengahan membawa petaka. Pengalaman menunjukkan bahwa tindakan korektif yang terlambat jauh lebih mahal daripada tindakan antisipatif yang diambil di sini. Bebannya akhirnya akan ditanggung rakyat. Yang kurang disadari adalah bahwa inflasi itu adalah suatu proses pemiskinan.
Bagaimana dengan sasaran pertumbuhan berkelanjutan? Ada dua bidang yang apabila ditangani dengan baik dapat segera meningkatkan pertumbuhan ekonomi: (a) pembangunan infrastruktur, dan (b) perbaikan iklim investasi. Konsepsi pemerintah sekarang yang menekankan pada dua bidang ini sudah benar, tinggal menunggu pelaksanaan yang benar. Namun, itu tidak cukup. Agar memberi manfaat maksimum, pertumbuhan ekonomi itu harus mempunyai corak dan arah yang kita inginkan. Di sinilah peran dari kebijakan perdagangan dan industri. Kebijakan inilah yang akhirnya menentukan, apakah industri yang tumbuh adalah industri yang efisien dan berdaya-saing atau tidak, apakah kegiatan yang berkembang dapat menyerap banyak tenaga kerja atau tidak, apakah industri yang tumbuh membentuk struktur yang kuat atau tidak. Sayangnya, strategi industri perdagangan yang konsisten dan mengacu pada sasaran nasional yang jelas (dan bukan pada kepentingan sektoral atau, lebih parah lagi, pada kepentingan perusahaan tertentu) sampai sekarang belum ada. Pemisahan departemen industri dan departemen perdagangan memperpanjang alur koordinasi kebijakan di kedua bidang ini.
Pembangunan infrastrukur, perbaikan iklim investasi, dan strategi industri perdagangan yang jelas, apabila terwujud, akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi kita dalam beberapa tahun mendatang ini. Namun, ini pun belum cukup. Masalahnya adalah pertumbuhan itu belum tentu berlanjut setelah beberapa tahun ini.
Dalam ilmu ekonomi dikenal konsep “potensi pertumbuhan” (growth potential), yang diartikan sebagai “batas atas” pertumbuhan ekonomi suatu negara dalam jangka panjang. Hal-hal yang menentukan potensi pertumbuhan suatu negara adalah: (a) kualitas institusi-institusinya, (b) kualitas sumberdaya manusianya, (c) sumber daya alam yang dimiliki, dan (d) kemampuan teknologinya. Faktor-faktor inilah yang menentukan apakah dalam 25 tahun mendatang pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita Indoensia akan mendekati Malaysia atau Mali?
Dari semua institusi, yang paling menghambat pertumbuhan adalah lemahnya kinerja birokrasi. Reformasi birokrasi harus diprioritaskan. Peningkatan mutu sumberdaya manusia menyangkut dua segi pokok: pendidikan dan kesehatan. Kedua bidang ini harus melaksanakan pembaruan mendasar. Berlimpahnya sumberdaya alam bisa menajdi berkah atau musibah, tergantung bagaimana kita mengelolanya. Strategi yang jelas untuk menjaga kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup perlu dibakukan. Oleh karena itu, suatu strategi teknologi adalah kunci kemajuan bangsa. Dengan demikian, sebuah strategi teknologi perlu disusun. Dalam hal ini Pak Habibie benar. Namun hal ini tentunya disesuaikan dengan tahapan-tahapan yang ada.
Kalau kita menginginkan pertumbuhan ekonomi berlanjut dalam bilangan puluhan tahun ke depan, hal-hal yang menghambat itu harus ditangani mulai sekarang. Langkah itu harus dimulai sekarang karena hasilnya baru dapat dipetik satu dasawarsa atau lebih kemudian. Peningkatan mutu pendidikan, misalnya, baru mempunyai dampak pada potensi pertumbuhan satu generasi kemudian.
Tadi saya sebutkan bahwa urgensi keadaan yang kita hadapi menuntut agar pertumbuhan ekonomi yang terjadi segera dapat membuka lapangan kerja baru dan mengentaskan penduduk miskin dalam jumlah yang berarti. Ini mengharuskan adanya langkah-langkah ekstra, di samping semua langkah di atas.
Yang dapat dilakukan adalah: (a) kebiajkan pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) yang komprehensif dan realistis (tidak hanya terpaku pada masalah kekurangan dana seperti yang sering kita dengar), (b) pelatihan yang benar-benar meningkatkan peluang tenaga kerja untuk mengisi lowongan kerja yang tersedia, (c) pembenahan mendasar terhadap pengelolaan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dikirim ke luar negeri, dan (d) gerakan pengentasan kemiskinan dengan strategi yang jelas dan penyusunan serta pelaksanaannya melibatkan semua stakeholder penting, termasuk departemen, pemerintah daerah, dunia usaha, kelompok masyarakat, dan pentingnya kaum miskin itu sendiri.
Bagaimana operasionalisasi dari semua itu? Kalau saya dimintai pendapat, sebaiknya dibentuk tim kerja dengan fokus dan tanggungjawab yang jelas (focus group) dan semua tim dikoordinasikan pada tingkat tinggi agar tidak saling bertabrakan dan membuang energi yang tak perlu.
Saya tahu penjelasan ini belum memuaskan mahasiswa saya. Tapi itulah yang dapat saya berikan dalam suatu kuliah.
*Boediono, Ekonomi Indonesia Mau ke Mana?

Rabu, 04 Juli 2012

10 Film Horor Indonesia ter-seram

7. Tusuk Jelangkung (2003)
 
Produksi :Rexinema 
Pemain : Marcella Zalianty, dinna Olivia, samuel "sammy" Rizal, iqbal Rizantha, ian's Bachtiar, thomas Y Nawilis, aa Gde Wipra, riga Ramadhan ( Tiroh Kecil ), Azuzan ( Tiroh Tua ) chandra
Sutradara : Dimas Djayadiningrat
Penulis : Erwin Arnada, upi Avianto

FILM ini telah merambah sukses dibeberapa gedung bioskop beberapa tahun lalu. Berlatar permainan magis yang ada di masyarakat, permainan ini mengundang arwah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masih menjadi rahasia alam. Film yang dibintangi Marcella Zalianty, Dina Olivia, Samuel Rizal dan Iqbal Rizantha semakin sempurna saat didukung oleh ilustrasi musik yang membuat bulu duku berdiri. 

Film ini berawal dari tingkah iseng yang akhirnya berbuah petaka. Rhea, Zakhi, Visi, Unay dan Dudung awalnya sama sekali tidak menyangka kalau permainan jelangkung yang mereka lakukan, ternyata berbuntut panjang. Sesaat setelah bermain jelangkung, hantu-hantu yang sebelumnya hanya ada dalam khayalan, mengganggu mereka. 

Diantar Zul, kakak Zhaki, mereka pergi ke rumah Pak Sakiman, seorang paranormal. Atas saran Pak Sakiman, mereka pun mencari boneka jelangkung yang ditusukkan di kuburan Turah, seorang anak kecil yang dibantai warga desa. Namun ternyata hal itu tidak menolong, karena gangguan dari hantu-hantu itu belum juga berhenti. Kali ini Pak Sakiman menyarankan mereka untuk menemui Tiro, saudara kembar Turah yang tinggal di Parang Getih. 

Beruntung, karena Tiro bersedia membantu mengembalikan arwah Turah. Ketika malam mulai menyelimuti bumi, Tiro memulai permainan engklek yang biasa ia mainkan bersama Turah. Naas, saat tengah malam Tiro tidak kuat lagi untuk meneruskan permainan 

6. Mati Suri (2009)
Produser : Ody Mulya Hidayat
Produksi : Maxima Pictures
Pemain : Nadine Chandrawinata, Yama Carlos, Tyas Mirasih
Sutradara : Rizal Mantovani
Penulis : Ab Ac

MENJELANG pernikahan Abel (Nadine Chandrawinata) dan Wisnu (Yama Carlos), seorang perempuan hamil mengaku pada Abel bahwa anak yang dia kandung sekarang adalah anak Wisnu dan memohon pada Abel untuk membatalkan pernikahannya, jika tidak, maka dia akan mengacaukan pernikahan mereka. Merasa frustasi, Abel memutuskan untuk bunuh diri. Beruntung, nyawa Abel masih sempat terselamatkan. Namun sejak saat itu Abel mulai mengalami berbagai peristiwa aneh dalam hidupnya. Ketika dia memutuskan untuk menenangkan diri di Villa sahabatnya, Charlie (keith foo), semua kejadian aneh tersebut mulai mengancam hidupnya dan satu-satunya cara untuk selamat, hanyalah jika Abel memilih untuk mati sekali lagi

5. Cincin Berdarah (1973)


 
Sutradara :SA Karim
Produser : Wirjaatmadja Ngadiman
Penulis : Ackyl Anwari, Wirjaatmadja Ngadiman
Pemeran :Grace Simon, Muni Cader, Noortje Supandi

DARSIH tak perduli sudah punya anak dan suami. Ia main selingkuh dengan Kosim tetangganya. Marni adik Kosim mempunyai sebuah cincin yang ternyata membawa petaka. Mula-mula bayi Darsih mati digigit tikus, kemudian tanpa sengaja Marni memergoki Darsih bersama dengan Kosim. Takut rahasianya terbongkar, maka Marni dibunuh.

Cincinnya diambil oleh yang memandikan mayat yang ingin menyimpan rahasia. Sejak itu setiap pemilik cincin Marni selalu mendapat petaka. Puncaknya arwah Marni mendatangi Darsih yang meminta Kosim tidur di rumahnya. Darsih mati ketakutan sedangkan Kosim mati digigit ular kobra

4. Kuntilanak (2006)
Produksi : Mvp Pictures
Pemain : Julie Estelle, Evan Sanders, Ratu Felisha
Sutradara : Rizal Mantovani
Penulis : Ve Handojo

SAM (JULIE ESTELLE), seorang mahasiswi, pindah ke sebuah rumah kost di sebuah daerah angker, tanpa mempedulikan peringatan dari banyak orang, termasuk dari kekasihnya, AGUNG (EVAN SANDERS). Konon, Kuntilanak menunggui daerah itu. Lantas, orang-orang di sekitar Sam mulai mati secara tragis satu persatu. Malah Agung juga ikut menghilang! Sam bertekad untuk menemukan Agung sebelum meninggalkan tempat itu

3. Si Manis Jembatan Ancol (1973)
Sutradara : Turino Junaidy
Penulis : Turino Junaidy
Pemain : Farouk Afero, Kris Biantoro, Nadia Giovanna, Lenny Marlina

FILM yang diangkat dari naskah sandiwara tradisional musikal Miss Cicih ini, menceritakan perjalanan cinta Mariah (Lenny Marlina) dengan 'sinyo' Belanda John (Farouk Afero) dan untuk menutupi kisah cintanya kepada sang ayah ia pura-pura menikahi Husin (Kris Biantoro), sampai akhirnya Mariah diculik dan mati terbunuh oleh penculiknya. Dan arwah penasarannya menghantui dan melegenda di Jakarta sampai saat ini

2. Jelangkung (2001)
Sutradara : Rizal Mantovani, Jose Purnomo
Penulis : Rizal Mantovani
Pemain : Winky Wiryawan, Melanie Ariyanto, Rony Dozer & Harry Pantja.

BERKISAH tentang sekelompok anak muda yang suka dengan hal hal yang berhubungan dengan dunia gaib. Mereka berempat telah mengunjungi berbagai tempat tempat yang angker di Jakarta dan sekitarnya hanya untuk berburu hantu. Sampai akhirnya mereka mencoba pergi ke daerah angker Batu dan mengabaikan larangan dari warga setempat. Masalah muncul ketika salah satu dari mereka membawa boneka jelangkung dan bermain jelangkung di salah satu kuburan yang ada di tempat angker tersebut. Satu persatu mereka mulai di terror oleh arwah arwah penasaran dan mereka harus membayar mahal atas perbuatannya

1. Pengabdi Setan (1982)

 

Produksi : Rapi Films
Sutradara : Sisworo Gautama Putra
Penulis : Sisworo Gautama Putra, Naryono Prayitno
Pemain : Ruth Pelupessi, W.D. Mochtar, Fachrul Rozy, Simon Cader, H.I.M. Damsyik, Diana Suarkom, Doddy Sukma, Ali Albar, Adang Mansyur, Moesdewyk, S. Parya, Siska Widowati

Pengabdi Setan, the best horror movie ever made, yang disutradarai oleh sutradara yang sangat briliant, mampu membawa penonton ke dalam suasana atmosfir yang sangat sempurna seram, melalui effect suara yang dibuat, ikut berperan dalam menambah tingkat keseramannya.
Film horror yang mengandung unsur religius ini menceritakan tentang keluarga tidak beriman yang terus diganggu oleh hantu kerabat dekatnya, mereka akan dijadikan budak setan.
Tokoh-tokoh dalam film ini berakting dengan maksimal, kita patut berbangga, karena film jadul ini telah banyak mendapatkan review baik dari negara-negara barat maupun dalam negeri kita sendiri. Bahkan sampai saat ini banyak diperbincangkan di dunia maya

sumber: kaskus.us